MODEL PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA ELEKTRONIK
Saat ini,
pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan
alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Selain itu,dengan semakin
berkembangan zaman dan meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi,
serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan
pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang
bervariasi secara luas pula.
Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp
and Dayton, 1985:
- Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
- Pembelajaran dapat lebih menarik
- Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
- Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
- Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
- Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
- Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
- Peran guru berubahan kearah yang positif
Dan juga diperlukannya inovasi
dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik bagi
anak dan sesuai dengan perkembangan zaman. Nah, salah satu media yang menarik
bagi anak usia dini adalah Komputer.
Bentuk interaksi yang dapat
diaplikasikan dalam media komputer (Heinich,et.al 1996):
• Praktek dan latihan (drill
& practice)
• Tutorial
• Permainan (games)
• Simulasi (simulation)
• Penemuan (discovery)
• Pemecahan Masalah (Problem
Solving)
Pemakaian Komputer dalam Kegiatan Pembelajaran Anak Usia Dini:
· Untuk Tujuan Kognitif
Komputer dapat mengajarkan
konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang
kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan
sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga
cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri. Sebagai contoh: anak dapat berhitung, mengenal berbagai benda
melalui permainan komputer.
· Untuk Tujuan Psikomotor
Dengan bentuk pembelajaran yang
dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk
menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi anak
usia dini. Contohnya antara
lain; simulasi dalam menggambar,
mewarnai dan sebagainya.
· Untuk Tujuan Afektik
Bila program didesain secara tepat
dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah
perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media
komputer.
· Pengembangan Kreativitas dan Bakat
Anak
Melalui komputer dapat melatih bakat anak dan
berkreasi melalui program – program yang ada pada komputer.
Namun, dalam
pengenalan komputer sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini juga
memiliki kelemahan. Kelemahan media komputer antara lain:
- Saat sekarang komputer sedikit mahal dan teknologi yang sangat cepat berubah, sangat memungkinkan komputer yang dibeli saat ini beberapa tahun kemudian akan ketinggalan zaman.
- Jika anak diberi permeinan, anak akan selalu bermain sehingga anak akan malas melakukan kegiatan lainnya.
- Radiasi yang terjadi ketika anak melihat komputer, dapat mengakibatkan anak sakit mata dengan cepat.
- Adanya beberapa program yang tidak cocok dengan usia anak. Sehingga akan memberikan dampak negatif.
Komputer merupakan jenis media yang
secara virtual dapat menyediakan respon yang segera terhadap hasil belajar yang
dilakukan oleh siswa. Lebih dari itu, komputer memiliki kemampuan menyimpan dan
memanipulasi informasi sesuai dengan kebutuhan. Perkembangan teknologi yang
pesat saat ini telah memungkinkan komputer memuat dan menayangkan beragam
bentuk media di dalamnya. Dalam hal ini Heinich, Molenda, & Russel (1996:
228) mengemukakan bahwa : “…It has ability to control and integrate a wide
variety of media – still pictures, graphics and moving images, as well as
printed information. The computer can also record, analyze, and react to
student responses that are typed on a keyboard or selected with a mouse“.
Saat ini teknologi komputer tidak
lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word
processor) tetapi juga sebagai sarana belajar multi media yang memungkinkan
peserta didik membuat desain dan rekayasa suatu konsep dan ilmu pengetahuan.
Sajian multimedia berbasis komputer dapat diartikan sebagai teknologi
yang mengoptimalkan peran komputer sebagai sarana untuk menampilkan dan
merekayasa teks, grafik, dan suara dalam sebuah tampilan yang terintegrasi.
Dengan tampilan yang dapat mengkombinasikan berbagai unsur penyampaian
informasi dan pesan, komputer dapat dirancang dan digunakan sebagai media
teknologi yang efektif untuk mempelajari dan mengajarkan materi pembelajaran
yang relevan misalnya rancangan grafis dan animasi.
Multimedia
berbasis komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam
melakukan simulasi untuk melatih keterampilan dan kompetensi tertentu.
Misalnya, penggunaan simulator kokpit pesawat terbang yang memungkinkan peserta
didik dalam akademi penerbangan dapat berlatih tanpa menghadapi risiko jatuh.
Contoh lain dari penggunaan multimedia berbasis komputer adalah tampilan
multimedia dalam bentuk animasi yang memungkinkan mahasiswa pada jurusan
eksakta, biologi, kimia, dan fisika melakukan percobaan tanpa harus berada di
laboratorium.
Perkembangan
teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network)
yang dapat memberi kemungkinan bagi siswa untuk berinteraksi dengan sumber
belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web
telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu
pengetahuan terkini dalam bidang akademik tertentu. Diskusi dan interaksi
keilmuan dapat terselenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web
di sekolah.
Penggunaan internet dan web
tidak hanya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kegiatan akademik
siswa tapi juga bagi guru. Internet dan web dapat memberi kemungkinan bagi
guru untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan dalam mata pelajaran yang
menjadi bidang ampuannya. Melalui penggunaan internet dan web, guru
akan selalu siap mengajarkan ilmu pengetahuan yang mutakhir kepada siswa. Hal
ini tentu saja menuntut kemampuan guru itu sendiri untuk selalu giat mengakses website
dalam bidang yang menjadi keahliannya. Hal ini sejalan dengan definisi Pannen
(2003) mengenai media dan teknologi pembelajaran di sekolah dalam arti luas
yang mencakup perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software),
dan sumberdaya manusia (humanware) yang dapat digunakan untuk memperkaya
pengalaman belajar siswa.
Media dalam pembelajaran memiliki
fungsi sebagai alat bantu untuk memperjelas pesan yang disampaikan guru. Media
juga berfungsi untuk pembelajaran individual dimana kedudukan media sepenuhnya
melayani kebutuhan belajar siswa (pola bermedia). Beberapa bentuk penggunaan
komputer media yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi:
1. Penggunaan Multimedia
Presentasi.
Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan
materi-materi yang sifatnya teoretis, digunakan dalam pembelajaran klasikal
dengan group belajar yang cukup banyak di atas 50 orang. Media ini cukup
efektif sebab menggunakan multimedia projector yang memiliki jangkauan
pancar cukup besar. Kelebihan media ini adalah menggabungkan semua unsur media
seperti teks, video, animasi, image, grafik dan sound menjadi satu
kesatuan penyajian, sehingga mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar
siswa. Program ini dapat mengakomodasi siswa yang memiliki tipe visual, auditif
maupun kinestetik. Hal ini didukung oleh teknologi perangkat keras yang
berkembang cukup lama, telah memberikan kontribusi yang sangat besar
dalam kegiatan presentasi. Saat ini teknologi pada bidang rekayasa komputer
menggantikan peranan alat presentasi pada masa sebelumnya. Penggunaan perangkat
lunak perancang presentasi seperti Microsoft power point yang
dikembangkan oleh Microsoft inc” Corel presentation yang
dikembangkan oleh Coral inc” hingga perkembangan terbaru
perangkat lunak yang dikembangkan Macromedia inc, yang mengembangkan
banyak sekali jenis perangkat lunak untuk mendukung kepentingan tersebut.
Berbagai perangkat lunak yang memungkinkan presentasi
dikemas dalam bentuk multimedia yang dinamis dan sangat menarik. Perkembangan
perangkat lunak tersebut didukung oleh perkembangan sejumlah perangkat
keras penunjangnya. Salah satu produk yang paling banyak memberikan pengaruh
dalam penyajian bahan presentasi digital saat ini adalah perkembangan monitor,
kartu video, kartu audio serta perkembangan proyektor digital (digital image
projector) yang memungkinkan bahan presentasi dapat disajikan secara
digital untuk bermacam-macam kepentingan dalam berbagai kondisi dan
situasi, serta ukuran ruang dan berbagai karakteristik audience.
Tentu saja hal ini menyebabkan perubahan besar pada trend metode
presentasi saat ini, dan dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK).
Pengolahan bahan presentasi dengan menggunakan
komputer tidak hanya untuk dipresentasikan dengan menggunakan alat presentasi
digital dalam bentuk Multimedia projector (seperti LCD, In-Focus
dan sejenisnya), melainkan juga dapat dipresentasikan melalui peralatan
proyeksi lainnya, seperti over head projector (OHP) dan film slides
projector yang sudah lebih dahulu diproduksi. Sehingga lembaga atau
instansi yang belum memiliki perangkat alat presentasi digital akan tetapi
telah memiliki kedua alat tersebut, dapat memanfaatkan pengolahan bahan
presentasi melalui komputer secara maksimal. Dalam sudut pandang proses pembelajaran, presentasi
merupakan salah satu metode pernbelajaran. Penggunaannya yang menempati
frekuensi paling tinggi dibandingkan dengan metode lainnya. Berbagai alat yang
dikembangkan, telah memberikan pengaruh yang sangat basar bukan hanya pada
pengembangan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi pembelajaran akan
tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya. Perkembangan terakhir pada
bidang presentasi dengan alat bantu komputer telah menyebabkan perubahan
tuntutan penyelenggaraan pembelajaran. Di antaranya tuntutan terhadap
peningkatan kemampuan dan keterampilan para guru dalam mengolah bahan-bahan
pembelajaran ke dalam media presentasi yang berbasis komputer.
2. CD Multimedia Interaktif
CD interaktif dapat digunakan pada pembelajaran di
sekolah sebab cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa terutama komputer.
Terdapat dua istilah dalam perkembangan CD interaktif ini yaitu Computer
Based Instructuion (CBI) dan Computer Assisted Instructuion (CAI)
Sifat media ini selain interaktif juga bersifat multi media terdapat
unsur-unsur media secara lengkap yang meliputi sound, animasi, video, teks dan
grafis. Beberapa model multimedia interaktif di antaranya:
- Model Drill: Model drills dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu starategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penciptan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
- Model Tutorial: Program CBI tutorial dalam merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan perangkat lunak berupa program komputer yang berisi materi pelajaran. Metode Tutorial dalam CAI pola dasarnya mengikuti pengajaran Berprograma tipe Branching yaitu informasi/mata pelajaran disajikan dalam unit – unit kecil, lalu disusul dengan pertanyaan. Respon siswa dianalisis oleh komputer (Diperbandingkan dengan jawaban yang diintegrasikan oleh penulis program) dan umpan baliknya yang benar diberikan. (Nana Sudjana & Ahmad Rivai:139). Program ini juga menuntut siswa untuk mengaplikasikan ide dan pengetahuan yang dimilikinya secara langsung dalam kegiatan pembelajaran.
- Model Simulasi: Model simulasi dalam CBI pada dasarnya merupakan salah satu starategi pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkrit melalui penciptan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya.
- Model Games: Model permainan ini dikembangkan berdasarkan atas “pembelajaran menyenangkan”, di mana peserta didik akan dihadapkan pada beberapa petunjuk dan aturan permainan. Dalam konteks pembelajaran sering disebut dengan Instructional Games (Eleanor.L Criswell, 1989: 20)
Pada umumnya tipe penyajian yang banyak digunakan
adalah “tutorial”. Tutorial ini membimbing siswa secara tuntas menguasai materi
dengan cepat dan menarik. Setiap siswa cenderung memiliki perbedaan penguasaan
materi tergantung dari kemampuan yang dimilikinya. Penggunaan tutorial melalui
CD interaktif lebih efektif untuk mengajarkan penguasaan Software kepada
siswa dibandingkan dengan mengajarkan hardware. Misalnya tutorial Microsoft
Office Word, Access, Excel, dan Power Point. Kelebihan lain dari CD
interaktif ini adalah siswa dapat belajar secara mandiri, tidak harus
tergantung kepada guru/instruktur. Siswa dapat memulai belajar kapan saja dan
dapat mengakhiri sesuai dengan keinginannya. Selain itu, materi-materi yang
diajarkan dalam CD tersebut dapat langsung dipraktekkan oleh siswa terhadap siftware
tersebut. Terdapat juga fungsi repeat, bermanfaat untuk mengulangi
materi secara berulang-ulang untuk penguasaan secara menyeluruh.
3. Video Pembelajaran.
Selain CD interaktif, video termasuk media yang dapat
digunakan untuk pembelajaran di SD. Video ini bersifat interaktif-tutorial
membimbing siswa untuk memahami sebuah materi melalui visualisasi. Siswa juga
dapat secara interaktif mengikuti kegiatan praktek sesuai yang diajarkan dalam
video. Penggunaan CD interaktif di SD cocok untuk mengajarkan suatu proses. Misalnya cara penyerbukan pada
tumbukan, teknik okulasi, pembelahan sel, proses respirasi dan lain-lain.
Manfaat Tv Edukasi
A. Pemanfaatan
Televisi dalam Pembelajaran
Pembelajaran dengan mempergunakan TV Edukasi penting
dilakukan, karena dengan mempergunakan tayangan TV Edukasi dalam pembelajaran,
maka guru dapat terbantu untuk menyampaikan hal-hal yang tidak bisa dibawa guru
di kelas karena obyek pembelajaran terlalu kecil (misal: sel, atom, unsur, jaringan,
dll), obyek pembelajaran terlalu besar (misal: gunung, samudra, pesawat udara,
dll), kendala geografis (misal: hutan, jurang, pulau terpencil, dll), berbahaya
(misal: bencana alam, ledakan nuklir, dll), informasi dan pengetahuan baru yang
sebelumnya tidak pernah didapat guru semasa sekolah ataupun kuliah
(misal:semangka berbentuk kubus atau balok).
Ada 3 pola atau cara pemanfaatan program siaran TVE
yang sejauh ini telah dimanfaatkan, yaitu sebagai berikut:
1. Pemanfaatan
Program Siaran TVE sesuai dengan Jadwal Siaran TVE (Pemanfaatan Siaran TVE
secara langsung). Di mana agar pembelajaran selaras dengan jam tayang TVE, maka
guru mendownload jadwal tersebut dari situs TVE di internet, atau melalui situs
pencari (misal: Google). Selain itu, guru dapat merelaui siaran dari TVRI,
karena TVE telah melakukan kerjasama dengan stasiun TVRI, program TVE yang
ditayangkan adalah diprioritaskan pada mata pelajaran matematika, bahasa
Indonesia, dan bahasa Inggris untuk peserta didik SMP dan MTs.
2.
Pemanfaatan
siaran TVE sebagai penugasan. Berdasarkan jadwal tayangan siaran TVE yang ada,
guru menugaskan para peserta didiknya untuk mengikuti tayangan siaran TVE
tentang mata pelajaran tertentu pada waktu tertentu. Peserta didik dapat
melaksanakan tugas ini di sekolah atau di rumah, baik secara perseorangan
maupun dalam bentuk kelompok kecil. Untuk membantu pelaksanaan tugas ini, guru
hendaknya memberikan format laporan hasil penugasan disertai penjelasan
seperlunya. Guru juga menginformasikan batas waktu penyerahan hasil pelaksanaan
tugas dan cara-cara penyajiannya di kelas. Pada hari dan waktu yang telah
ditetapkan, guru meminta para peserta didiknya untuk manyajikan hasil tugas
yang telah dikerjakan di hadapan teman sekelasnya. Peserta didik yang belum mendapat
kesempatan untuk menyajikan hasil tugasnya, berperan untuk mengkaji dan
memberikan pendapat, tanggapan atau komentar. Melalui aktivitas pembelajaran
yang demikian ini, peserta didik dilatih menyusun bahan presentasi, memberikan
pendapat, tanggapan atau komentar, dan sekaligus juga berlatih berdiskusi, dan
membuat rangkuman/kesimpulan. Pada akhir kegiatan, guru dapat memberikan arahan
atau hal-hal yang dinilai penting untuk pengembangan kemampuan peserta didik.
3. Pemanfaatan
program siaran TVE sebagai pengisi jam pelajaran kosong. Apabila guru
berhalangan hadir karena sesuatu hal, maka guru piket atau guru serumpun dapat
mengisi jam pelajaran kosong yang ada dengan menayangkan siaran TVE. Intinya
adalah bahwa peserta didik tetap dapat belajar sekalipun guru mata pelajaran
tertentu berhalangan hadir misalnya. Kegiatan pembelajaran tetap dapat berjalan
sebagaimana biasanya. Guru piket atau guru serumpun tinggal menyelenggarakan
kegiatan pembelajaran mengikuti RPP yang telah disiapkan sebelumnya. Apabila
ada hal-hal yang berkembang selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru
pengganti (guru piket atau guru serumpun) dapat mencatatnya dan menyampaikannya
kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan untuk dilakukan tindak lanjut.


0 komentar:
Posting Komentar